Sejarah di Tulis Ulang Karena Penemuan Teknologi Arkeologi Terbaru

Seiring waktu berjalan, pengetahuan kita mengenai masa lampau makin bertambah dengan berbagai penemuan teknologi arkeologi terbaru.

Penemuan Teknologi Arkeologi Terbaru

Beberapa periset, terutamanya arkeolog dan sejarawan, sudah membuat beberapa penemuan penting yang menolong kita untuk lebih pahami dan, dalam beberapa kasus, secara mencolok ikut mengganti riwayat umat manusia.

Perkembangan Teknologi Di Dunia

Dari beberapa penemuan arkeologi di zaman kekinian ini, berikut 7 penemuan teknologi terkini yang (kemungkinan) sudah menulis kembali riwayat manusia.

  1. Pengerjaan bir di zaman Tiongkok kuno

Beberapa sejarawan telah lama mengenali jika warga Tiongkok kuno nikmati minuman mengandung alkohol dari peragian beras. Bukti ini sendiri diketemukan di situs riwayat yang sudah berumur 9.000 tahun yang ada di Propinsi Henan.

Baca Juga: Teknologi Penting Ini Berada di Sekitar Kita

Tetapi di tahun 2016, beberapa periset mendapati bukti baru jika orang Tionghoa suka juga minum bir. Ini ditunjukkan saat beberapa arkeolog yang lagi mempelajari di Propinsi Shaanxi mendapati bermacam perlengkapan pengerjaan bir yang dari 3400-2900 SM.

Penemuan ini jadi bukti kehadiran bir pertama yang dibikin di Tiongkok. Endapan yang diketemukan di galian mengutarakan beberapa bahan bir kuno, terhitung milet putih, bunga bakung, tipe gandum yang disebutkan “air mata Ayub,” dan jelai (barley).

Sama seperti yang dikutip dari situs The Guardian, kedatangan jelai dalam beberapa bahan ini benar-benar mengagetkan, sebab sudah menunjukkan kehadiran tanaman ini di Tiongkok sepanjang beberapa ribu tahun.

Menurut beberapa periset, warga Tiongkok kuno telah memakai jelai untuk bahan bir sepanjang beratus-ratus tahun saat sebelum memakainya untuk bahan makanan.

  1. Penemuan fosil anjing prasejarah

Anjing menjadi teman dekat manusia semenjak 7.000 tahun lalu. Ini ditunjukkan dengan fosil yang diketemukan di Blick Mead dekat Stonehenge. Diambil dari situs The Guardian, seorang arkeolog namanya David Jacques mendapati gigi satu ekor anjing yang dari wilayah yang saat ini dikenali sebagai Vale of York.

Anjing itu bekerja sebagai pengiring untuk seorang pemburu-pengumpul pada zaman Mesolitikum. Ke-2 nya (anjing dan pemiliknya) lakukan perjalanan 400 km dari York ke Wiltshire, yang dipandang seperti perjalanan paling tua dalam riwayat Inggris.

Jacques memiliki pendapat jika anjing itu dijinakkan, jadi sebagai sisi dari suku manusia, dan kemungkinan dipakai untuk memburu. Kampus Durham selanjutnya mengonfirmasi penemuannya lewat riset isotop yang dilaksanakan pada e-mail gigi anjing itu.

Hasil riset memperlihatkan jika anjing itu minum air di wilayah Vale of York. Mereka yakin jika anjing itu akan nampak serupa dengan Alsatian (anjing gembala Jerman) kekinian dengan badan serupa satu ekor serigala.

  1. Belati gaib punya Raja Tutankhamun

Pada tengah tahun 2016, beberapa periset ungkap sebuah mistis yang sudah memusingkan beberapa arkeolog semenjak Howard Sewa mendapati pusara Raja Tutankhamun di tahun 1922.

Antara banyak benda yang terpendam dengan firaun muda itu, ada sebuah belati yang dibuat dari logam khusus. Ini tidak biasa, sebab kehadiran logam di Mesir pada 3.300 tahun lalu sangat sangat jarang. Lebih luar biasanya kembali, belati itu tidak berkarat sesudah tertimbun sepanjang beberapa ribu tahun lama waktunya.

Dikutip dari situs The Guardian, sebuah pengecekan dengan spektrometer fluoresensi sinar-X mengutarakan jika logam yang dipakai untuk belati itu berawal dari luar angkasa. Tingginya tingkat kobalt dan nikel juga pas dengan meteorit yang dijumpai sudah diambil dari Laut Merah.

Artefak besi lain dari Mesir kuno sempat juga dites pada 2013, dan dijumpai dibikin dari pecahan meteorit. Beberapa arkeolog mencurigainya sebab jumlahnya teks-teks Mesir kuno yang mengarah pada “besi langit.” Saat ini, mereka yakin jika beberapa benda yang lain diketemukan dari pusara firaun dibikin memakai besi meteorit.

  1. Mekanisme birokrasi di Yunani kuno

Kota kuno Teos (yang ada di daerah Turki kekinian) sudah jadi karunia untuk beberapa arkeolog sebab beberapa ratus prasasti yang diketemukan dari situs itu. Mencuplik dari situs Archaeology.org, salah satunya prasasti yang paling utuh tampilkan 58 aliran yang bisa dibaca, yang sebagai wakil kesepakatan sewa di Yunani kuno yang berumur 2.200 tahun.

Penemuan ini memperlihatkan ke kita jika birokrasi menjadi sisi dari warga Yunani kuno saat ini.

Dokumen itu memvisualisasikan sekumpulan murid gimnasium yang mewariskan sebidang tanah (komplet dengan bangunan, altar, dan budak) dan sewanya di pelelangan. Dokumen sah mengatakan penjamin (dalam masalah ini, penyewa) dan saksi dari pemerintahan kota.

Dalam dokumen itu, disebut jika si pemilik tanah mempunyai hak spesial untuk memakai tanah 3 hari satu tahun, dan peninjauan tahunan untuk pastikan jika penyewa tidak menghancurkan property. Bahkan juga, 1/2 dari kesepakatan bermasalah dengan bermacam hukuman untuk kerusakan atau ketelatan dalam bayar sewa.

  1. Riwayat ganja

Banyak periset kekinian yang menjelaskan jika Tiongkok kuno ialah tempat di mana ganja pertama kalinya dipakai dan kemungkinan dibudidayakan sebagai tanaman semenjak seputar 10.000 tahun lalu.

Tetapi, Kampus Bebas Berlin belakangan ini membuat database dari semua bukti arkeologis yang ada mengenai ganja, yang memperlihatkan bukti jika Eropa Timur dan Jepang sudah meningkatkan pemakaian ganja di saat yang serupa dengan Tiongkok.

Disamping itu, pemakaian ganja di semua daerah Eurasia Barat masih stabil sepanjang beberapa periode waktu, sesaat pemakaiannya di Tiongkok sempat turun sampai Jaman Perunggu.

Dikutip dari situs New Scientist, beberapa pakar bertaruh jika ganja sudah jadi komoditas yang bisa diperjualbelikan pada saat itu, dan telah menebar ke semua Eurasia memakai jaringan perdagangan yang serupa dengan Lajur Sutra.

Tesis ini disokong oleh tanaman lain seperti gandum yang sudah ada pada saat yang bertepatan. Beberapa sejarawan bahkan juga mengenali budaya nomaden Yamnaya sebagai pedagang obat bius kuno yang kemungkinan, menurut riset, sudah tempuh jalur ini pada saat itu.

  1. Orang right-handed pertama di dunia

Sebuah study baru dalam Journal of Human Evolution memberi bukti contoh pertama seorang right-handed (seorang yang menguasai kanan) dari suku hominin — bukan Homo sapiens.

Paleoantropolog David Frayer sudah mendapati bukti peristiwa ini pada diri Homo habilis semenjak 1,8 juta tahun lalu. Study ini menyaksikan fosil gigi dari Homo habilis dan mendapati guratan yang memberikan indikasi pemakaian alat untuk tangan kanan.

Sesudahnya, Frayer dan teamnya coba membuat reka-ulang sikap beberapa hominin ini. Dijumpai jika subyek akan menggenggam daging dengan mulut dan tangan kirinya. Lalu memakai tangan kanannya untuk menyobek daging memakai alat batu.

Walau tidak seluruhnya orang sepakat dengan sistem Frayer, yang lebih utama di sini. Dengan kehadiran seorang yang menguasai kanan di Homo habilis. Karakter ini sendiri (menguasai kiri atau kanan). Masih tidak cukup dimengerti oleh manusia kekinian, dan nampaknya permasalahan ini semakin lebih tua dari yang kita sangka awalnya.

Study selanjutnya kemungkinan bisa menolong menerangkan peristiwa ini dan memberi wacana baru mengenai evolusi otak manusia. Hingga membuat kita jadi seseorang yang menguasai kanan (kinan) atau kiri (kidal).

  1. Nenek moyang baru umat manusia

Penemuan baru yang diketemukan di Pulau Sulawesi, Indonesia, memperlihatkan jika daerah ini. Barangkali sempat ditempati oleh tipe hominin yang belum dikelompokkan. Di situ, beberapa arkeolog mendapati beberapa ratus alat batu yang telah berumur minimal 118.000 tahun.

Tetapi, bukti awalnya memperlihatkan jika manusia kekinian pertama kalinya memijakkan kaki di pulau Sulawesi di antara 50.000 dan 60.000 tahun lalu. Kehadiran spesies baru hominin ini juga benar-benar logis, sebab Pulau Sulawesi berada tidak jauh dari Pulau Flores.

Dikutip dari situs London’s Global University, di tahun 2003 beberapa arkeolog mendapati hominin lain di Flores. Sehinga sering disebutkan dengan Homo floresiensis (yang disebutkan “hobbit” dari Flores) yang berevolusi. Secara mandiri di pulau itu saat sebelum musnah 50.000 tahun lalu.

Kemungkinan hominin yang diketemukan di Sulawesi ialah nenek moyang baru dalam timeline evolusi kita. Mungkin saja Homo floresiensis yang entahlah bagaimana seberang ke pulau tetangga.  Mereka memang capai Sulawesi semakin lebih awalnya dari yang kita anggap.

Sampai ini hari, beberapa arkeolog masih mengeruk fosil di daerah penemuan itu untuk pastikan tesis ini.

Nah, itu barusan 7 penemuan teknologi arkeologi terbaru yang (kemungkinan) sudah menulis kembali riwayat manusia. Betul atau mungkin tidak, penemuan-penemuan ini masih jadi bahan pengkajian baru di dunia sains, terutamanya dalam ranah riwayat dan arkeologi.