Penemuan Mumi Oleh Para Peneliti

Mesir kuno simpan banyak mistis, tidak terkecuali mumi yang menjadi penemuan oleh para peneliti selain itu ada nama misteri yang berada di barang penemuan.

Dijumpai, jumlah peti mati berisi mumi yang diketemukan di rangkaian makam di Saqqara di Mesir lagi makin bertambah. Ini diutarakan beberapa arkeolog Kementerian Purbakala Mesir.

Di awal September, Penemuan Mumi Oleh Peneliti sudah mendapati 13 peti mati dengan mumi didalamnya. Angka ini naik di awal Oktober jadi 59, dan saat ini banyaknya lebih dari 100, seperti merilis Live Science.

Penemuan 40 Mumi Oleh Para peneliti Di Kairo dan Pemakaman Mesir

Jawabnya ialah saya belum mengetahui,” kata Mustafa Waziri, Secretary General of Egypt’s Supreme Council of Antiquities, dalam sebuah video yang di-launching oleh kementerian dan kanal Smithsonian.

Dalam tempat penyemayaman, team mendapati 40 patung yang memvisualisasikan dewa ‘Ptah-Soker’.Dewa ini ialah kombinasi dari ‘Ptah’ yang disebut dewa Memphis dan ‘Soker’ yang disebut dewa Saqqara. Arkeolog mendapati 20 kotak kayu yang memperlihatkan kisah Horus — dewa langit Mesir dengan kepala elang.

Baca Juga: Pemakaian Virtual Reality Paling Inovatif

Disamping itu, dua patung kayu tertulis nama ‘Phnomus’. Beberapa periset masih coba cari tahu siapa orang itu di jaman kuno. Banyak patung shabti diketemukan. Orang Mesir kuno yakin jika shabti bertindak selaku pelayan untuk orang yang wafat di akhirat.

Bermacam Penemuan Mumi Oleh Para Peneliti berawal dari seputar 712 SM dan 30 SM. Sepanjang masa ini, Mesir kuno ditempati dan dikontrol oleh barisan asing seperti Asyur, Persia, dan Yunani.

Penggalian masih bersambung di situs itu dan beberapa arkeolog mengharap bisa mendapati semakin banyak peti mati berisi mumi dan artefak yang lain. Bukti mengagetkan yang lain, kanal Smithsonian yang lagi membuat film dokumenter dengan judul ‘Tomb Hunters’ melaunching pengakuan yang mengakui jika beberapa artefak berawal dari 4.500 tahun lalu seputar waktu saat Piramida Giza sedang dibuat.

Beberapa periset di Mesir sukses mendapati sekitar lebih dari 40 mumi yang ada dalam situs penyemayaman di Kairo sisi selatan. Keadaan mumi-mumi itu sesudah diketemukan masih pada keadaan yang bagus. Bagaimana awalnya ceritanya?

  1. Dijumpai mumi-mumi itu berawal dari beberapa ratus tahun saat sebelum Masehi

Dikutip dari Aljazeera.com, penemuan sekitar lebih dari 40 mumi di Kairo dijumpai berawal dari zaman Ptolema, seputar tahun 323 sampai 30 saat sebelum Masehi. Mumi-mumi itu adalah orang dewasa, beberapa anak, sampai hewan yang sudah ditempatkan di lantai atau peti mati yang dibuat dari tanah liat di ruangan bawah tanah yang remuk di propinsi Minya, Kairo sisi selatan.

Menurut Sekretaris Jenderal Dewan Paling tinggi Prasejarah, Mostafa Waziri, mumi-mumi itu diketemukan pada kondisi yang bagus dan identitasnya masih belum tahu. “Kami belum mendapati nama yang dicatat dalam hieroglif,” ungkapkan pengakuan dari Mostafa Waziri sama seperti yang diambil dari Aljazeera.com.

Dia menambah secara jelas dari sistem mumifikasi jika beberapa individu yang jasadnya diketemukan sampai batasan tertentu menggenggam status penting atau berprestise.

  1. Beberapa mumi dihias dengan tulisan tangan demotic

Beberapa dihias dengan tulisan tangan demotik, satu wujud tulisan Mesir kuno yang dipakai oleh orang biasa. Kasus tembikar, papirus, dan mumi berwarna-warni dikeduk. Beberapa mumi diketemukan terbungkus linen sesaat lainnya diperlihatkan di peti mati batu atau kayu sarkofagus sepanjang upacara informasi yang didatangi oleh dubes dan atase budaya dari 11 negara.

Penemuan arkeologis ini ialah yang pertama pada tahun 2019 dan direalisasikan lewat visi bersama-sama dengan Pusat Riset untuk Study Arkeologi Kampus Minya. Mesir sudah membuat rangkaian penemuan arkeologis belakangan ini dan sudah benar-benar mempromokan mereka untuk hidupkan kembali industri pariwisata, di mana ini ialah dasar ekonomi yang alami kerusuhan dalam perlawanan tahun 2011 kemarin.

  1. Faksi kementerian berkaitan menjelaskan penggalian untuk mendapati mumi itu dilaksanakan semenjak Februari 2018

Makam Minya diketemukan sesudah lakukan penggalian yang diawali pada Februari 2018 lalu, di mana berada ada di pusara komunal yang peluang punya keluarga borjuis kecil. Arkeolog Mesir, Mohamed Ragab, menjelaskan dua pusara diketemukan sepanjang 9 mtr.

Menurut Mostafa Waziri, pecahan-pecahan tembikar dan potongan papirus yang diketemukan di situs itu menolong beberapa periset tentukan tanggalnya. Penguasa Yunani kuno capai pucuk kekuasaan mereka di antara penguasaan Alexander Agung dan kebangunan kekaisaran Romawi.

Diambil dari Huffington Post, USA Today dan ABC News; beberapa arkeolog barusan mendapati 40 mumi yang terpendam di Pusara Labirin yang berada di Mesir Hilir. Mumi itu dipercayai sebagai sisi dari keluarga menengah ke atas yang belakangan ini diketemukan di situs arkeologi Tuna el-Gebel, sisi selatan Kairo, demikianlah yang dipublikasikan oleh Menteri Benda Purbakala Mesir, Khald El-Enany.

Ke-empat puluh mumi itu diketemukan pada keadaan yang bagus.

  1. Beberapa tembikar diketemukan menghias penyemayaman

Menurut The Associated Press, mumi-mumi itu bukan hanya didampingi oleh tembikar dan papyrus. Tetapi sebuah tulisan Mesir kuno yang umum dipakai oleh orang pemula yang namanya Demotic handwriting.

Keluarga mumi yang dipercayai hidup pada periode Ptolemeus, Romawi awalnya atau Bizantium, yang diawali pada 323-30 SM, mempunyai minimal 10 anak.

Posisi penyemayaman itu pertamanya kali tidak menyengaja diketemukan di bulan oleh beberapa periset dari kementrian dan Kampus Minya di bulan Februari tahun kemarin. Sebelumnya mereka mendapati koridor yang terselinap dan tersingkaplah Pusara Labirin yang berbuntut ke empat puluh mumi itu.

  1. Mumi itu diketemukan pada kondisi baik

Tuna el-Gebel yang pernah jadi propinsi Mesir yang ke-15 atau umum disebutkan Nome. Memiliki jumlah pusara yang tidak terhitung khususnya mumi-mumi hewan seperti ibis dan babon.

Bahkan juga pada penemuan tahun kemarin, beberapa arkeolog mendapati delapan pusara manusia, terhitung 40 batukapur sarkofagus. Sedang di tahun 2017, beberapa arkeolog dari Kampus Kairo menemukkan pusara yang lain berada di Tuna el-Gebel di mana 17 mumi diketemukan menurut Egypt Today.

  1. Mesir usaha untuk hidupkan kembali pertunjukan wisatawan mereka

Menurut Newsweek, tahun kemarin El-Enany menjelaskan jika kementrian terus akan mengeruk Tuna el-Gebel. Untuk lima tahun depan agar mendapati semua makam yang ada di posisi itu.

Beberapa arkeolog Mesir buka peti mati berisi mumi yang ditayangkan langsung Sabtu (3/10/2020). Terlihat pada video keramaian warga turut melihat dan mendokumentasikan kejadian ini saat arkeolog buka satu. Diantara 59 peti mati yang diketemukan awalnya tahun di Saqqara.

Saqqara adalah situs penyemayaman kuno yang luas di Mesir. Tempat ini dulunya adalah pekuburan kota purba Memphis.

Keputusan buka peti mati berisi mumi yang tersegel dan disimpan beberapa ribu tahun kemarin yang dipertontonkan di tengah keramaian.

Banyak orang pada periode wabah ini bukan perlakuan yang bagus. Dalam video yang dikutip globalnews.ca beberapa puluh orang berdesakan untuk menyaksikan dan mendokumentasikan peti pertama. Yang terbuka bahkan juga ada salah satunya tidak memakai masker.

Peti mati dari kayu pertama yang dibuka berisi mumi yang dibalut ornament baju penyemayaman. Pada jamannya yang dipercayai mukanya mempunyai keserupaan dengan seorang pemuka agama sebelumnya.

Ini diprediksi untuk menghidupan kembali wisatawan untuk tiba ke Mesir, di mana program ini sudah digerakkan dari tahun 2011.