Langkah Rusia Batasi Masyarakatnya di Internet, Tidak boleh Berharap Bisa Bebas

Langkah Rusia Batasi Internet  ialah mekanisme yang serupa dengan simpatisan jaringan intranet yang kerap kali digunakan dalam organisasi. Serta instansi besar seperti pemerintah atau kampus.

Langkah Rusia Batasi Masyarakatnya di Internet

Mat Ford, manager Technology Programme untuk Internet Society, menjelaskan: “Dengan memandang ini sukses dilaksanakan, pemakai internet di Rusia bisa masuk isi internet dan terkait dengan pemakai lain dengan menggunakan service yang diadakan dalam Rusia dan tidak dapat berbicara dengan service lain di luar Rusia.”

Baca Juga: Kota Paling Inovatif di Dunia

Langkah Rusia Batasi Internet ini secara nasional triknya sama dengan internet yang lain, tapi cukup lebih susah.

  • Giliran AS jatuhkan ancaman atas 19 masyarakat dan instansi Rusia
  • Konten propaganda Rusia ‘jangkau 126 juta pemakai Facebook di Amerika Serikat’
  • #TrenSosial: Saat dua lelaki bergandengan tangan di jalan Moskow
  • Menciptakan directory baru untuk tiap situs internet dan server di dunia bisa menjadi sisi penting gagasan Rusia sebab tidak satu juga dari organisasi ini memakai directory DNS Rusia. Ini bermakna mereka akan mengategorikan service intern dan ‘aman’, dan yang mana dilihat internasional dan ‘tidak aman’.
  • Di sini ketakutan penyensoran tampil. Bila pemerintahan Rusia memutus cuman meluluskan jalan raya melalui buku alamat DNS-nya saja, ini bermakna negara itu bisa menampik akses ke situs mana saja, sesuka mereka.

Berapa susah?

  • Menurut Mat Ford, bisa menjadi benar-benar susah untuk pemerintahan Rusia untuk memutus secara tegas situs internet dan server yang 100% Rusia sebab banyak service tergantung pada bermacam code dari internet global.
  • Mereka harus juga berusaha untuk mengurus beberapa ratus titik masuk dan keluar di semua negeri. Ini tempat di mana mengikutsertakan Internet Servis Providers (ISP) jadi penting dan beberapa laporan menyaratkan pemerintahan menolong melalui dana warga tambahan ke ISP sesaat mereka menangani permasalahan tehnis.

Bagaimanakah cara kerjanya, secara tehnis?

Ada dua kendala teknis khusus yang penting ditangani. Pertama, provider service internet Rusia harus mengganti arah jalan raya internet di titik routing dalam negeri.

Ini bermakna beberapa perusahaan yang tersangkut dengan koneksi internet di Rusia harus pastikan jika semua data harus melalui titik transisi yang diatur pengontrol telekomunikasi Rusia, Roskomnazor.

Kedua , Rusia harus tergantung ke kopinya sendiri untuk Domain Name Sistem (DNS), panduan domain dan alamat internet dunia.

Mekanisme DNS yang mengartikan code alamat susah tiap situs internet dan server jadi URL yang berteman – misalkan alamat ‘www.example.com’ sesungguhnya ialah 192.168.1.1.

Langkah Rusia Batasi Internet Akan Efisien?

Membuat batas bikinan di seputar sebuah negara pada rasio ini tidak mulus dan beberapa pemerhati memprediksi test ini akan menunjukkan beberapa permasalahan besar.

Mat Ford menjelaskan: “Peluang akan terjadi banyak masalah yang tidak tersangka.”

“Saya berpikir service Rusia besar tidak hadapi permasalahan, tapi karakter keterikatan global internet bermakna ini ialah satu hal besar yang belum tahu dan tidak disangsikan kembali banyak service akan terhalang atau stop.”

Jadi negara yang junjung tinggi apa kata pemerintahan, Rusia terhitung ke salah satunya negara yang batasi gerak masyarakatnya dengan cukup ketat. Salah satunya sebagai perhatian ialah limitasi gerak di dunia maya.

Memang limitasi itu tidak separah di Korea Utara, tetapi negara yang dipegang oleh Vladimir Putin itu mempunyai tekad untuk menutup masyarakatnya dari arus info luar negeri. Ditambah lagi adanya sentimen di antara Rusia dengan Amerika Serikat, negara yang paling manfaatkan internet.

Bagaimanakah cara mereka melakukan? Baca keterangan di bawah ini dikutip dari bermacam sumber!

  1. Pemerintahan membuat infrastruktur internet sendiri

Inovasi terbesar dari pemerintahan Rusia untuk batasi gerak masyarakatnya dengan membuat infrastruktur pengontrol internet yang “legal”. Lewat alat itu, mereka dapat memfilter content apa yang dapat dan tidak dapat dibuka oleh masyarakatnya.

Pemerintahan mempunyai blocklist yang panjang pada beberapa situs di internet, khususnya yang dari negara lain. Langkah ini sudah mereka pakai sepanjang sepuluh tahun akhir dan beritanya terus akan terjadi dalam periode saat yang tidak pasti.

  1. Tidak sangsi memutuskan internet ketika berada perselisihan

Masih ingat bagaimana pemerintahan Indonesia memutuskan akses internet saat banyak demonstrasi terjadi di 2019 lalu? Rupanya praktek itu terlebih dahulu diaplikasikan oleh Rusia. Bahkan juga bukan hanya sekali, tetapi berulang-kali.

Jumlahnya pemberontak pemerintahan mengakibatkan perselisihan kerap terjadi di negara itu. Dengan alasan mengatur massa, pemerintahan Rusia tidak sangsi untuk lakukan internet blackout atau pemadaman internet. Praktek itu pernah terjadi di beberapa daerah, terhitung Moskow, ibukota Rusia.

  1. Usaha pisahkan internet Rusia dari internet dunia

Koneksi internet dunia ada pada world wide situs (WWW). Itu bermakna kita, beberapa pemakai internet di semua penjuru dunia, tersambungsi dengan keduanya. Nampaknya Rusia tidak suka dengan ide itu.

Oleh karena itu, di tahun 2019, pemerintahan di tempat menyampaikan jika mereka pengin pisahkan internet masyarakatnya dengan world wide situs. Cara ini dikatakan sebagai Sovereign Internet Bill. Dikutip dari The Moscow Times, mereka bahkan juga sudah melangsungkan bermacam test untuk merealisasikannya.

Lantas apa argumen yang memicu Sovereign Internet Bill? Menurut situs Forbes, cara ini diambil sebagai tanggapan dari taktik administrasi Donald Trump yang dikerjakan di dunia maya. Bila nanti betul-betul terwujud, Rusia akan seutuhnya terisolasi dari situs dunia.

  1. Larangan smartphone tanpa program dari pemerintahan

Selanjutnya, Rusia memaksakan perusahaan tehnologi untuk menempatkan program bikinan pemerintahan di tiap handphone yang dipasarkan di negara itu. Apple, perusahaan yang populer dengan perlindungannya pada program dan pemakai menampik perintah itu. Mengakibatkan, Rusia melontarkan “Law against Apple” atau tuntutan pada Apple.

Berdasar laporan dari The Moscow Times, seluruh pihak yang tidak patuhi hukum itu akan dikenai ancaman sebesar US$3.100 atau yang sama dengan Rp45 juta. Sampai sekarang ini, belum juga tahu apa Apple akan luluh dengan perintah itu atau malah akan dilarang jual produknya.

  1. Tidak ada yang mengetahui apa program dari pemerintahan Rusia itu aman atau mungkin tidak

Sesungguhnya ada permasalahan yang semakin besar yang penting disorot berkenaan hukum penempatan program. Mengapa pemerintahan Rusia bersikeras untuk mengaplikasikannya sampai memaksakan semua perusahaan untuk patuhi hukum itu. Pasti ada yang aneh, kan?

Diduga, program itu sudah disisipi oleh spyware hingga pemerintahan dapat mempunyai akses pada semua handphone masyarakatnya. Bila ini terjadi, karena itu Rusia juga sama dengan Korea Utara yang betul-betul mengatur gerak tiap orang. Berikut sebagai argumen mengapa Apple bersikeras menampik perintah itu.

  1. Memblok bermacam situs yang dipandang melawan dari pemerintahan

Seperti Tiongkok dan Korea Utara, Rusia betul-betul membuat perlindungan gambar dari pemerintahan di mata masyarakat negaranya. Beberapa orang yang tidak sepakat pada akhirnya menyampaikan gagasannya di internet lewat bermacam situs di internet.

Pemerintahan pasti tidak suka dengan ini dan usaha memblok semua situs yang memperlihatkan sikap tidak hormat ke liga. Berdasar laporan dari NGO Agora, jumlah penutupan bertambah mencolok dari 1.019 di 2014 jadi 9.022 di 2015. Angka itu lagi makin bertambah seiring waktu berjalan.

Pada Desember 2018 lalu, pemerintahan bahkan juga kenakan denda pada Google sebab tidak selekasnya hilangkan situs yang masuk di daftar blacklist. Denda itu capai RUB500 ribu atau sama dengan Rp98 juta.

  1. Larang pemakaian VPN

Virtual privat network atau yang dikenali sebagai VPN ialah sebuah jalan keluar untuk terhubung situs yang dikunci di negara kita. Pemerintahan Rusia yang mengenali sela ini juga selekasnya membuat larangan pemakaian VPN pada semua masyarakat negaranya dimulai dari tahun 2017.

  1. Memblok bermacam program dan service di internet

Kecuali VPN dan situs pemberontak, Rusia memblok bermacam program dan service yang berada di internet. Pertama ada Telegram. Program chatting itu dilarang bekerja sebab memakai mekanisme enkripsi hingga pemerintahan tidak dapat menyaksikan rutinitas masyarakatnya.

Disamping itu ada juga LinkedIn, Open Russia (situs NGO pro demokrasi), dan sebagainya. Semua mempunyai tujuan untuk memberi pemerintahan kuasa untuk mengatur koneksi internet dan arus info masyarakatnya.

Dari keterangan di atas, nampak jika pemerintahan Rusia pengin menutup gerak masyarakatnya di dunia maya. Bila mereka sukses terlepas dari internet dunia, keadaan itu pasti makin kronis. Bagaimana pendapatmu berkenaan cara barusan? Perlukah Indonesia turut mengaplikasikannya?